Bahasa Indonesia Kehidupan di Jepang

Keluar dari Jepang part I

Hi manteman!

Mungkin ada temen temen disini yang udah tau, aku sudah pindah dari Osaka kembali ke Jakarta. Soooooooo, sekarang sudah berdomisili di Jakarta lagi~

Kalau ada yang mau nanya alasannya, yaaaa iro-iro haha. Banyak hal penyebabnya. Nah, disini gak akan dibahas kenapa aku pindah balik ke Jakarta. Yang mau dibahas disini proses pindahannya~

Pada part I ini, akan dibahas step-step yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum tanggal pindahan. Part II akan membahas mengenai pajak dsb.

Tentuin tanggal pindahan

Nah, sebelum ngurusin ini itu mending ditentuin dulu kira kira kapan mau pindah dari Jepang. Kalau kapan mau pindahnya aja belom tau susah mau ngejadwalin urus-urus yang lainnya. Kalau bisa jauh-jauh hari karena pindahan itu mahal. Banyak yang harus dibayar. Jadi, setelah tau kapan mau pindah, ya nabung ciiinnn.

Misahin barang yang mau di keep, jual dan buang

Sebelum pulang, banyak barang yang saya jual. Umumnya elektronik. Kenapa? Perlu diingat bahwa listrik yang digunakan di Jepang agak berbeda dari negara-negara lain di seluruh dunia. Makanya di kotak barang elektronik sering banget ditemuin tulisan “for use in Japan only”. Saran aku sih coba dijual aja dulu semua barangnya. Karena kalo main buang aja, selain mottainai, ada sampah-sampah yang dibuangnya berbayar (sampah besar dan elektronik). Di facebook umumnya ada kok group yang nampung barang-barang pindahan, baik gratisan ataupun dijual murah. Sebagai contoh, untuk yang domisili Osaka ada Osaka Sayonara Sales biasanya closed group sih. Paling disuruh jawab beberapa pertanyaan. Pastiin ngikutin rules-nya ya!

Kalau memang niat jualan, bisa jualan di Mercari jualan disana cukup mudah dan cuan kooo. Alhamdulillah banyak barang aku yang kejual disana dan cukup membantu nutup biaya pindahan. InsyaAllah tips jualan di mercari bakal aku share juga nanti ya~

Sebelum barang diputuskan untuk dibuang, saran aku sih coba ditanya ke teman-teman terdekat ada yang membutuhkan atau enggak. Utamanya barang-barang yang berbayar kalau mau dibuang.

Buat jadwal kontak pihak pihak yang harus dihubungi

Sangat disarankan untuk meninggalkan Jepang secara baik-baik. Kalo main cus aja, khawatirnya bakal sulit nantinya kalau mau ke Jepang lagi. Baiknya, semua pihak dibawah ini dihubungi minimal 1 bulan sebelum tanggal kepulangan kamu. Siapa aja nih yang harus dihubungi?

1. Perusahaan tempat kamu bekerja

Kalau kamu tinggal di Jepang dengan status pekerja, pastikan untuk lapor ke employer kamu bahwa kamu berencana untuk pindah dari Jepang. Disini kamu bisa sekalian mengajukan surat pengunduran diri. Perlu diperhatikan bahwa tiap-tiap perusahaan memiliki ketentuan yang berbeda. Sebagai contoh, perusahaan saya mewajibkan karyawannya yang mau berhenti untuk lapor minimal 1 bulan sebelumnya. Untuk format suratnya insyaAllah akan saya share di post lainnya. Sebenernya gak harus berhenti sih, kalau kamu masih niat kerja di perusahaannya, coba aja diskusiin mungkin gak kerja dari luar Jepang. Kalau mungkin ya nunggu aba-aba mereka aja~

2. Pengelola apartemen tempat kamu tinggal

Semisal kamu tinggal sendiran, kamu harus lapor ke pengelola apartemen bahwa kamu akan pindah dan kamar yang kamu tempati sekarang akan kosong. Kalaupun ada teman kamu yang mau menempati, kamu tetap harus lapor. Karena kalau teman kamu main ngelanjutin aja kontraknya akan tetap atas nama kamu. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, baiknya lapor saja. Saat kamu menghubungi mereka, tanggal keluar apartemen sudah harus ada. Mereka juga akan menanyakan jam berapa kamu bisa serah terima kunci.

Pengalaman saya pindahan dari 2 apartemen dengan 2 badan pengelola yang berbeda, mereka punya aturannya masing masing. Nah itu yang harus diperhatikan dengan sangat. Ada badan pengelola yang mengenakan biaya kebersihan ketika kita keluar dari apartemen yang mereka kelola. Seingat saya Leopalace mematok 3man untuk cleaning-fee. Alhamdulillah sih apartemen saya yang terakhir ini (emang gak ada English support-nya sih) gak pake cleaning-fee. 

Saat nelpon untuk penjadwalan pengembalian kunci, ada baiknya ditanyakan ada atau tidaknya biaya yang harus dibayarkan saat kunci dikembalikan. Ada baiknya surat kontraknya dibaca-baca lagi. Misal kita keluar dari apartemen di tengah bulan, apakah uang kita bisa kembali setengahnya atau tidak. Semuanya ditanyain aja. Daaaaann saran aja, mending di rekam tiap nelpon (pengalaman pribadi) hahaha.

Intinya ya saat telpon ditanya bener-bener deh. Gak papa nelpon berkali-kali, kan memang tugas mereka menjelaskan sampai jelas.

3. Jasa penyedia listrik, gas, wifi, dsb.

Selama tinggal di Jepang, kamu pasti berurusan sama abang-abang listrik, gas mungkin juga wifi. Karena provider listrik/gas/wifi tergantung kamu makenya yang mana (kalo di Indonesia kan listrik pasti dipasok sama PLN), pastiin jangan ampe salah telpon ya hahaha. Kamu cek aja bon tagihan yang biasa kamu terima tiap bulan. Disana pasti tertulis お客様番号 (ID pelanggan) yang umumnya bakal ditanyain. Di bon juga umumnya tertulis nomor telpon CS-nya. Untuk wifi, semisal kamu sewa router, itu juga mesti dibalikin. Untuk gas dan wifi, mereka juga perlu kamu stay di rumah untuk ketemu mereka dan menandatangani beberapa dokumen. Makanya pas nelpon mereka untuk berhenti langganan, pasti ditanya rumahnya mau dikunjungi kapan dan jam berapa.

Kirim-kirim barang

Setelah pilah pilih barang, tinggal dikirim deh barangnya. Nah, untuk pengiriman ke Indonesia, aku pake Nice Cargo. Selama berkomunikasi dengan mereka selalu menggunakan Bahasa Indonesia. Jadi InsyaAllah gak ada miskom~ penjelasn dari pihak mereka juga cukup jelas. Jujur saya gak bisa bilang ini murah atau mahal karena saya gak pernah pakai jasa serupa dari tempat lain. Tapi ini masih affordable kok. Pengiriman menggunakan kapal. Kurang lebih memakan waktu 1 bulan. Jadi kalau kalian mau begitu sampe Indonesia barangnya juga udah sampe, ya dikirim duluan aja barangnya. Kalau aku sih, ngirimnya mepet-mepet karena barang yang aku kirim umumnya masih aku pake, hehehe. InsyaAllah review saat menggunakan jasa Nice Cargo akan post terpisah nanti ya~

Part I ini memang fokusnya langkah-langkah awal saat pindahan. Di part II insyaAllah akan dibahas masalah pajak, nenkin, rekening bank dan apa aja yang dilakuin di hari H keluar dari Jepang.

Sekian dulu untuk Part I yaa, part selanjutnya akan dibahas minggu depan. InsyaAllah.

Jyaaneeee~😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: